BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »

Isnin, 24 Oktober 2011

Kisah Habil dan Qabil dalam Al quran


Kisah ini mungkin kita selalu dengar dan tahu sehingga kita merasakan jemu untuk kembali meneliti kisah ini. Akan tetapi tahukah kalian, kisah ini ada surat dan tersirat dalam al quran. Mari kita sama-sama melihat dan mengkaji kisah ini. Sehingga kita boleh menjadi iktibar dalam kehidupan kita. Ana telah berbincang dengan beberapa orang kawan mengenai kisah ini dalam buku qisasul quran yang ditulis oleh Amru Khalid pendakwah bebas mesir.
Sebelum itu, mari kita lihat dan cuba fahami kenapa kisah Habil dan Qabil ini dalam Al quran. Allah telah menceriakan kisah ini supaya kita semua yakni umat islam mengambil iktibar kerana kisah in bukan hanya berlaku di zaman nabi adam sahaja malah berterusan sehingga umat akhir zaman ini. Kisah ini juga mengajar kita kepentigan silaturrahim dan juga mengajar kita siapa diri ini.
Kepada para pembaca, ingatlah sebenarnya kita semua ada penyakit jiwa. Tahukah para pembaca PK (penyejuk kalbu) apa itu penyakit jiwa? Takbur, hasad, bakhil, tamak dan zalim itu semua ada dalam diri kita betul tak? Jadi wajib kepada kita untuk mengenali semua penyakit ini supaya kita dapat merawatnya.Dalam kisah ini terdapat beberapa watak penting yang akan kita sama-sama akan hayatinya iaitu Nabi Adam, Hawa, 2 anak lelaki dan 2 anak perempuan. Akan tetapi watak 2 orang anak lelaki ini mempunyai watak yang berbeza.
Kisah ini bermula, ketika Nabi Adam turun ke dunia. Disana Nabi Adam mula mencari makanan dan tempa tinggal. Sehinggalah baginda terjumpa kembali Hawa. Pada suatu hari baginda inginkan anak. Maka lahirlah anak2 yang comel. Bahagialah pasagan ini dengan Rahmat Allah yang mencurah-curah. Dua anak lelaki ini bernama Habil dan Qabil, mereka berdua mempunyai watak yang berlainan. Habil seorang anak yang soleh, pelembut dan pemalu. Berbeza pula dengan sifat Qabil. Disini timbul satu persoalan adakah sifat Qabil ini dijadikan semulajadi jahat? Sebenarnya sifat ini bukanlah sifat semulajadi malah itu pilihan sendiri. Cuba kita fikir kembali.
Setelah dewasa Habil dan Qabil mempunyai pekerjaan sendiri. Habil sebagai penternak dan Qabil sebagai petani. Habil amat berminat dengan segala benda dan sentiasa bersama ayahnya untuk mendpat ilmu. Manakala Qabil tidak berminat dan sentiasa bermain. Sehinggalah umur mereka meningkat dewasa untuk bernikah. Disini mereka diuji lagi, Qabil terlah dinikahi dengan adik Habil yang cantik manakala Habil dinikahi adik Qabil yang tidak kurang cantiknya. Akan tetapi Qabil merasai adiknya sangat cantik dan dia mula tamak.



Jadi disini kita dapat lihat sebagai manusia kita mesti ada sifat ingin berlumba dalam segala benda seperti Habil. Selain itu, kita mesti mencari kelebihan diri kita dan juga anak kita satu hari nanti. Sebagai ibu bapa hari ini atau yang akan datang, janganlah kita sentiasa memanjakan anak-anak dengan memenuhi segala kehendak dan pemintaan mereka.
Kisah Habil dan Qabil ini besambung sehingga Allah inginkan qorban. Qorban Habil ialah kibas yang gemuk dan cantik. Manakala qorban Qabil ialah beras yang sudah busuk. Akhirnya qorban Habil yang diterima oleh Allah. Muncullah perasaan hasad dalam diri Qabil dan dia ingin membuat sesuatu pada diri Habil. Sifat manusia yang hasad ini tidak akan hilang sekiranya kita tidak mendidik hati ini. Sebab itulah Allah tidak menunjukkan buku amal kita sekarang. Sekiranya Allah menunjukan buku amal kita sekarang nascaya kita akan menjadi seorang yang hasad dan pendendam. Jadi kita mestilah bersyukur dengan segala nikmat yang Allah berikan pada kita.



Sehinggalah kisah ini ditutupi dengan penutupan yang menyayat hati iaitu penbunuhan Habil ditangan Qabil. Dalam alquran telah menjelaskan secara terperinci mengenai H abil dan Qabil. Tapi ade satu persoalan yang Allah tidak menceritakan kepada kita , apa dia? Mesti pembaca nak tau kan. Soalan nya ialah Kenapa Allah tidak menceritakan perasaan Adam dan Hawa selepas kejadian itu berlaku? Pelikkan? Sebenarnya tiada pelik sebab ibu bapa mesti tidak mahu perkara ini terjadi dalam keluarga mereka. Allah ingin kita fikir sebagai seorang anak yang akan menjadi sebuah keluarga itu bahagia.
Rasullah telah bersabda ketika baginda israk mikraj, baginda telah melihat seorang lelaki disebelah kiri dan kanannya dua orang . bila orang itu melihat kanan orang tersebut ketawa manakala melihat sebelah kiri dia menangis. Itulah Nabi Adam yang sedang melihat Habil dan Qabil. Marilah kita lihat zaman sekarang, masih adakah qabil alaf baru, malah adakah yang lebih teruk lagi. Jadi mari kita sama-sama berfikir.

Khamis, 22 September 2011

kehidupan....


Kata musibah seringkali diulang dalam Al Qur’an untuk makna peristiwa atau bencana yang menimpa. Dan Allah tegaskan bahwa itu terjadi karena izin-Nya. Ini menunjukkan bahwa di atas segala kekuatan ada kekuatan Allah. Bahwa manusia di alam ini hanya makhluk yang lemah, maka tidak pantas merasa diri berkuasa. Lalu bertindak seenak nafsunya. Tanpa memperhatikan rambu-rambu yang Allah turunkan. Lebih jauh, setiap musibah yang menimpa juga memperlihatkan bahwa alam ini di bawah kendali Allah. Sebab Dialah memang Pemiliknya. Maka tidak pantas manusia di muka bumi ini mengabaikan-Nya.

Namun kenyataan sejarah selalu dipenuhi contoh-contoh manusia yang membangkang. Manusia yang berani melawan Allah. Manusia yang merasa tidak butuh kepada tuntunan-Nya. Sehingga wahyu yang Allah turunkan dianggap tidak penting. Bahkan tidak sedikit manusia yang meragukan Al-Qur’an dan sunnah Rasul-Nya. Akibatnya berbagai perilaku manusia semakin jauh dari apa yang Allah inginkan. Perzinaan di mana-mana dianggap biasa, padahal Allah melarangnya. Harta haram dibanggakan, padahal itu harta yang paling Allah benci. Kedzaliman di mana-mana terjadi, padahal Allah mengharamkan atas diri-Nya kedzaliman dan lain sebaginya.

Ini semua tentu dimurkai oleh Allah. Dan dalam Al-Qur’an, misalnya surah Al-Fajr, Allah menjelaskan bahwa turunnya adzab sebenarnya bukan semata fenomena alam – seperti yang banyak dipahami manusia modern – melainkan ada sebab yang diperbuat oleh manusia sendiri. Itulah kisah adzab yang menimpa kaum Aad, kaum Tsamud dan kaum Fir’un.



Dari sini kita belajar bahwa bencana tetap di luar kemampuan manusia, karena Allah langsung yang mengendalikannya. Dan manusia tidak punya pilihan –apapun upaya yang dilakukan – kecuali hanya tunduk dan patuh kapada Allah sepenuh hati dan semaksimal kemampuan. Jangan ulangi kembali dosa-dosa yang membuat Allah murka. Jauhi segala apa yang Allah haramkan. Ingat Allah mempunyai tujuan dan aturan. Maka sebagai makhluk, manusia harus tahu diri. Jangan menganggap dirinya sama dengan Allah. Lalu merasa independen dan menganggap dirinya bisa bertahan hidup tanpa Allah. Segeralah bertaubat, selamatkan kemanusiaan. Hindari mengagungkan kepentingan peribadi di atas kepentingan umum. Karena seringkalai kedzaliman terjadi karena nafsu mendahulukan kepentingan pribadi. Ingat bahwa semakin banyak kedzaliman pasti akan semakin banyak kerusakan di muka bumi. Dan semakin banyak kerusakan, kemaksiatan dan dosa-dosa pasti akan semakin mempercepat turunnya azab Allah swt.

Renungkan ayat berikut (dalam surah Al-Fajr 6-13) Allah menegaskan setelah menyebutkan tiga contoh kaum yang pernah maju dari segi peradaban dunia yaitu: kaum Aad, Tsamud dan Fir’un: Allah berfirman: “Alladziina thagahaw fil bilaad, faaktsaruu fiihal fasaad, fashaabba alaihim rabbuka sawtha adzaab (mereka telah berbuat kerusakan di negeri mereka, maka menyebarlah kerusakan di negeri tersebut, lalu Allah timpakan adzab yang pedih atas mereka).”

Memang tidak semua musibah minimpa orang-orang yang bejat. Ada juga contoh-contoh orang baik yang mendapatkan musibah. Berdasarkan ini tidak semua musibah yang menimpa harus kita pahami sebagai adzab. Setidaknya ada tiga makna di balik setiap musibah yang menimpa manusia: Pertama, bila itu menimpa sekelompok manusia yang semuanya kafir itu adalah adzab, seperti yang Allah timpakan atas kaum Adz, Tsamud dan Fir’un. Kedua, bila ia menimpa sekelompok manusia yang beriman, sebagiannya patuh sementara sebagian yang lain pendosa, itu adalah peringatan, agar tida dilanjutkan dosa-dosa tersebut. Ketiga, bila itu menimpa sekelompok kaum yang shaleh, itu ujian, untuk mencuci dosa-dosanya serta menaikkan derajatnya di dunia dan di surga. Karenanya Allah berfirman: “Wabasysyirish shaabiriin (dan berilah kabar gembira bagi mereka yang sabar).” Maksudnya bahwa sayarat untuk lolos dari setiap musibah adalah sabar: sabar mentaati Allah, sabar menjauhi kemaksiatan dan sabar menjalani ujian-Nya.

Semoga segala musibah yang menimpa kita semakin menguatkan hakikat kesabaran dalam jiwa. Dan membuat kita semakin dekat kepada Allah secara jujur kapan pun dan di mana pun kita berada, bukan sekedar ingat secara basa-basi di saat musibah menimpa. Ingat, Allah selalu melihat hakikat keimanan kita: “Innarabbaka labil mirshaad.” Wallahu a’lam bishshawab.

Ahad, 4 September 2011

AIDILFITRI..KEMENANGAN...FITRAH..

waktu ni penulis solat hari raya di suk sayyarat(pasar kereta) ikhwanul muslimin

ASSALAMUALIKUM .. salam lebaran buat pembaca pk yang selama ini terus setia dalam blog ini. alhamdulillah alhamdulillah bersyukur terhadap Allah dengan lipah rahmat Nya kita masih lagi dapat hidup untuk meneruskan kehidupan kita. ramadhan sudah pun berlalu menutup tirainya, dan membukannya pada tahun hadapan InsyaAllah.

penulis mengikuti program rumah terbuka anjuran isma..dikhairuzzaman


penantian sungguh menyeksakan , penantian raya sungguh mrnderita, itu perasaan yang sering berbolak-balik di dalam hati ini. Hal ini bukanlah satu yang pelik ataupun kelakar kerana di malaysia, hari pertama ramadhan sudah ada iklan raya... jadi raya amat-amatlah penting bukan??? tp yg pelik adalah sikap manusia itu sendiri..

penulis ke mall di rab'ah..

selepas mendengar khutbah raya..



Tetapi …
Adakah kita sedar bahawa aidilfitri memberi 1001 yang sangat bermakna dalam diri setiap umat islam. Aidilfitri adalah bulan kemenangan. Aidilfitri juga adalah bulan kembalinya manusia kepada fitrah. Kemenanagna apa? Fitrah itu apa? Pentingkah raya ini dalam islam?” Puasa pun entah di terima atau tidak nak beraya lah pula”
Banyak persoalan dan pandanagan yang berbeda… sebenarnya sambutan kemenangan diwaktu aidilfitri ini ialah kemenangan umat islam melawan nafsu yang sentiasa menghantui , mengoda , dan membisik-bisik dihati kita setiap hari khususnya bulan ramadhan. Geramkan?? Tetapi itulah cara kita untuk mendapat balasan dan ganjaran daripada Allah. Sekaligus mendapat rahmat dari ALLAH SWT..




mmm…. Fitrah… apa itu fitrah? Semula jadi suci dan bersih. Ya itulah maksud fitrah. Seorang insan yang dulunya putih bersih seprti kain putih itulah fitrah kita. Coraknya, kitalah yang menentukannya .mudah mudahan amalan kita sepanjang bulan ramadhan ini akan membantu kita di padang mahsyar itu nanti.. Ameennn


Walaupun belum terlambat untuk ana mengucapkan selamat hari raya dan maaf zahr dan batin. Semoga aidilfitri tahun ini akan memberi 1001 pengertian buat kita.. dan tidak dilupakan juga selamat enymbut hari merdeka... insyaAllah merdeka akan disusuli n3 lain.. wassalam



Selasa, 23 Ogos 2011

RAMADHAN YANG PENUH BERMAKNA...

waktu malam di majid bilal

Alhamdullah.. bertemu lagi kite dalam bulan ramadhan yang barakah ini .. bagi ana ramadhan tahun ini sangat bermakna sebab apa, nanti ana bagi tahu.. macam-macam berlaku bulan ini yang pertama sekali ana telah pergi ke btn ke tanjung rhu ,sepang banyak kenangan manis berama pelajar yang akan ketimur tegah. Program pada bulan puasa ini banyak memberi kelebihan kepada kami kerana program tersebut memang santai dan tidak lasak. Rase kelakar pulak. Dan program tu memang memupukkan semangat cintakan tanah air supaya nanti kami bile kat luar negara akan kembali ke bumi tercinta dengan satu harapan yang boleh menjadi pemimpin yang berinspirasi tinggi.
hadiqah sebelah masjid bilal

Tapi ada berita yang lebih mengejutkan sewaktu ana di btn , ana dimaklumkan oleh kawan ana yang kita kan ke mesir lagi seminggu . masa tu ana terkejut sangat bermacm-macam perasan yang ada dalam hati ini , ada rasa gembira sedih pon ada. Jadi ana pon terus beritahu keluarga mengenai hal tersebut .
Selepas ke btn bermulalah persedian ke timur tengah. Macam- macam berlaku dalam masa semiggu.

akhirnya tiba lah masa yang ditunggu-tunggu.. kami bertolak dari rumah ke klia pukul 9 malam .. setbe disana ramai juga sahabt-sahabat ana yang sudah tunggu untuk berangkat bersama nanti ..penerbangan dari klia pukul 3 pagi .. kemudian kami taransit di kuwit... sampai sana pukul 6 pagi dan masuk kembali kedalam flight pukul 11 pagi .. alhamdulillah sahabat-sahabat ana waktu tu semua bermujahadah untuk berpuasa penuh hari tu masyaAllah..



perjalanan dari kuwit ke mesir mengambil mase selama 2jam..memang seronok .. alhamdulillah Allah banyak mempermudahkan urusan kami..
setibe di mesir kami disambut oleh akak mesir .. kami tinggal di hayyu a'syir..
selama empat hari disini macam-macam tempat yang ana telah pegi , ana pergi ke masjid bilal hadiqah athfal ,dan hadiqah dauliyh.. seronok sangat lebih-lebih lagi di majid bilal ramai org muslim yang beri'tikaf disini best sangat..
waktu siand di masjid bilal

kepada sahabat-sahabat ana yang akan berlepas ke bumi anbiya ni semoga berjaya.. leha, syue, ramizah, jannah, athirh, hafizah, hanisah, zahra zainurrasyid dan syazana.

Rabu, 3 Ogos 2011

AHLAN WASAHLAN YA RAMADHAN ....


Alhamdulillah sudah tiba bulan yang ditungu-tunggu oleh umat islam di seluruh dunia. sempena bulan ramadhan ini penyejukkalbu telah pon bertukar wajah jadi apa trunggu lagi jom lah melayarinya.....Sempena bulan Ramadhan yang ditunggu- tunggu yang mana bulan memberi keberkatan, ketenagan, kemanisan dan ketaatan yang cukup mendalam bagi semua hati-hati yang menikmati bulan yang sungguh mulia ini. Indah bukan agama ini? agama yamg memberi kita pengisian yang akan membahagiakan di dunia dan akhirat. tapi yang paling best semua syaitan pada bulan ini semuanya di belenggu tetepi jangan pandang sebelah mata sahaja dalam stetment ini, sebab ada rakan kongsi syaitan iaitu nafsu tidak boleh dibelnggu melainkan orang yang telah membuat pesedian yang baik sebelum kedatangan ramadhan ini mampu membelengunya.

Sebelum bulan ramadhan ini tiba,ana telah membeli sebuah buku yang bertajuk 'beduk diketuk' oleh Pahrol Mohd Juoi. Buku ini banyak tajuk yang telah dibincangkan. Tetapi ada satu tajuk yang menarik yang ana ingin kongsikan kepada pembaca penyejukkalbu (pk), yang mana sesuai dalam situasi kita pada hari ini.

Hal Ini bermula ketika penulis berada di Jepun. seperti yang kita tahu negara Jepun merupakan negara yang kurang penduduk beragama islam. seorang penuntut warga jepun telah bertanya pada penulis mengapa umat islam membuang masa dengan mengerjakan solat? dan penulis telah menyoal semuala kepada penuntut melaysia untuk melihat repond pelajar-pelajar tersebut. pelbagai respond yang telah pelajar kemukakan , ada yang mengatakan mereka tidak pernah melihat orang bersolat 5 kali sehari kerana mereka hanya sembah tuhan mereka cuma sekali seminggu dan bermacam - macam lagi. tetapi sebenarnya warga jepun memntingkan masa sehingga meganggap bahawa solat itu membazir waktu.



Diskusi merka berlarutan sehingga seorang pelajar warga jepun berjurusan elektronik bertanya mengapa umat islam pelu solat lima hari sekali. penulis telah menerangkan bahawa alat ciptaan yang berteknologi tinggi ini perlu setip masa untuk kita dilihat dan memprogramkan semula supaya alat yang canggih ini dapat berjalan dengan lancar. begitu juga manusia tetepi manusia lebih complex. jadi perlu sentiasa dilihat dan membaiki diri sentiasa. itu lah kegunaan solat dalam kehidupan seharian umat islam.

begitulah puasa dalam kehidupan seharian manusia. puasa bukan hanya dalam bulan ramadhan sahaja malah dalam bulan lain juga Rasulullah juga mengajak umatnya berpuasa sunat supaya umatnya juga sentiasa membaiki dan muhasabah diri. indahkan agama islam. oleh itu SELAMAT MENYAMBUT RAMADHAN ALMUBARAK kepada seluruh umat islam di dunia ini.

Jumaat, 15 Julai 2011

SYAIR BUAT SAHABAT KU

SAHABAT...
Setelah sekian lama kita berpisah. ingin ku ungkapkan sesuatu kepada kalian. Tidak dapat ku lupakan kenagan bersama kelian semua. inilah yang ku mampu ungkapkan ...


Malam dan siang mengajarkan keterikatan hati dalam pertemuan tanpa bisa bersama...
Langit dan Bumi memperlihatkan tautan cinta dalam jarak tan berbatas....
Lantas seperti apa persahabatan kita, sahabatku?
Jika ada yang menuliskan kisah kita, bagaimanakah ia mengakhirinya?...

Segala Puji Bagi ALLAH yang telah menciptakan sahabat tanpa harga,
alangkah nikmat tautan hati yang terjalin nyaris tanpa kusut,
Mengalir sempurna ibarat air dari ketinggian.
tak peduli panas atau hujan ia kan tetap mengalun sesuai dengan melodimya.tanpa noda... tanpa cela...setulus cinta_Nya...


Dengarkanlah laguku, suara isi hatiku, suara rasa rindu kunyanyikan untukmu...
Kenagan bersamamu selalu menggodaku, saat indah denganmu.
Terbayang dalam do'a, aku meminta persahabatan kita kan selamanya.....


Sahabat..
perjalanan kita masih lagi panjang. semoga kita dapat bertemu dan berkumpul bersama-sama untuk mengulang kenanagan kita bersama...

Sabtu, 2 Julai 2011

Aisha Bhutta, Mualaf yang berjaya mengislamkan keluarga dan 30 kawannya

Aisha Bhutta, yang juga dikenal sebagai Debbie Rogers, duduk dengan tenang di sofa di ruang depan rumah petak besarnya di Cowcaddens, Glasgow Scotland. Dinding rumahnya digantung dengan kutipan dari ayat Alquran, sebuah jam khusus untuk mengingatkan keluarganya waktu sholat dan poster Kota Suci Mekah.

Mata biru Aisha penuh dengan keceriaan, dia tersenyum dengan cahaya keimanan yang dia miliki. Wajahnya yang merupakan wajah gadis Scotland yang kuat - ia masih tetap memiliki cita rasa humor - meskipun wajahnya tetap ditutupi dengan jilbab.

Bagi seorang gadis Kristian yang baik untuk masuk Islam dan menikah dengan seorang Muslim adalah sesuatu yang luar biasa cukup. Namun lebih dari itu, ia juga telah mengislamkan orang tuanya, sebagian besar keluarganya dan setidaknya 30 teman dan tetangganya. Subhanallah.

Keluarganya adalah penganut Kristian yang kuat di mana mereka secara teratur menghadiri pertemuan Salvation Army. Ketika semua remaja lainnya di Inggris mencium poster George Michael untuk mengucapkan selamat malam, Debbie Rogers alias Aisha punya foto Yesus di dinding biliknya. Namun dia menemukan bahawa Kekristianan tidak cukup, ada terlalu banyak pertanyaan yang belum terjawab dan dia merasa tidak puas dengan kekurangan struktur disiplin untuk keyakinannya itu."Masih ada yang membuat saya ragu untuk mematuhi daripada hanya melakukan doa ketika saya merasa seperti itu."

Aisha pertama kali melihat calon suaminya, Muhammad Bhutta, ketika dia masih berusia 10 tahun dan merupakan pelanggan tetap di kedai, yang dijalankan oleh keluarganya. Dia sering melihat lelaki itu secara sembunyi-sembunyi, sewaktu melakukan sholat. "Ada kepuasan dan kedamaian dalam apa yang dia lakukan. Dia bilang dia seorang Muslim. Saya berkata: Apa itu seorang Muslim?

Kemudian dengan bantuan Mohammad Bhutta ia mulai mencari lebih dalam tentang Islam. Pada usia 17 tahun, ia telah membaca seluruh Alquran dalam bahasa Arab. "Semua yang saya baca", katanya, "Semuanya bisa diterima."

Dia membuat keputusan untuk masuk Islam pada usia 16 tahun. "Ketika saya mengucapkan kalimat syahadat, rasanya seperti beban besar saya telah terlempar. Saya merasa seperti bayi yang baru lahir. "

Masuk Islamnya dirinya tidak serta merta orang tua Muhammad Bhutta setuju mereka untuk menikah.

Namun, orang tua Muhammad menentang mereka menikah. Mereka melihat dirinya sebagai seorang wanita Barat yang akan memimpin putra sulung mereka dengan kesesatan dan memberikan nama keluarga yang buruk, ayah Muhammad percaya, dirinya "musuh terbesar."

Namun demikian, pasangan ini tetap menikah di masjid setempat. Aisha memakai baju yang dijahit oleh ibu Muhammad dan saudaranya yang menyelinap ke upacara perkawinan melawan keinginan ayahnya yang menolak untuk hadir.

Nenek Muhammad-lah yang membuka jalan bagi sebuah ikatan pernikahannya. Neneknya tiba dari Pakistan di mana perkawinan ras campuran bahkan sangat tabu, dan bersikeras untuk bertemu Aisha. Dia begitu terkesan oleh fakta bahwa Aisha telah belajar Alquran dan bahasa Punjabi dan dia yakin, perlahan-lahan, Aisha akan menjadi salah satu anggota keluarga.

Orang tua Aisha, Michael dan Marjory Rogers, meskipun tidak menghadiri pernikahan itu, lebih peduli dengan pakaian putri mereka yang sekarang dipakainya (tradisional shalwaar kameez) dan apa yang tetangga mereka pikirkan. Enam tahun kemudian, Aisha memulai misi untuk mengislamkan mereka dan seluruh keluarganya, serta adiknya. "Suami saya dan saya mendakwahkan Islam kepada ibu dan ayah saya, memberitahu mereka tentang Islam dan mereka melihat perubahan dalam diri saya sejak memeluk Islam.

Ibunya segera mengikuti jejaknya. Marjory Rogers mengubah namanya menjadi Sumayyah dan menjadi seorang Muslimah yang taat. Dia memakai jilbab dan melakukan shalat tepat pada waktunya dan tidak ada yang penting baginya, kecuali hubungan dengan Allah.

Ayah Aisyah terbukti lebih sulit untuk diajak masuk Islam, sehingga ia meminta bantuan ibunya yang baru saja masuk Islam (yang telah meninggal karena kanker).

"Ibu saya dan saya kemudian berbicara kepada ayah saya tentang Islam dan kami duduk di sofa di dapur pada satu hari dan ayahnya berkata: "Apa kata-kata yang Anda katakan ketika Anda menjadi seorang Muslim? Saya dan ibu saya hanya terkejut. "Tiga tahun kemudian, saudara Aisha mengucapkan syahadat melalui telepon - maka istri dan anak-anaknya menyusul, diikuti oleh putra kakaknya.

Hal ini tidak berhenti di situ. Keluarganya telah masuk Islam, Aisha mengalihkan perhatiannya untuk warga Cowcaddens. Setiap Senin selama 13 tahun terakhir, Aisha telah mengadakan kelas pelajaran Islam untuk wanita Skotlandia. Sejauh ini ia telah membantu orang masuk Islam lebih dari 30 orang. Para perempuan yag masuk Islam ditangannya berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Trudy, seorang dosen di Universitas Glasgow dan mantan Katolik, menghadiri kelas Aisha justru awalnya secara murni karena ia ditugaskan untuk melakukan penelitian.

Tapi setelah enam bulan mengikuti kelas pelajaran Islam yang Aishah bikin dia memutuskan untuk masuk Islam, dan memutuskan bahwa agama Kristen itu penuh dengan "inkonsistensi logis".

"Saya tahu dia mulai terpengaruh oleh pembicaraan saya", Aisha mengatakan.

Suaminya, Muhammad Bhutta, tampaknya tidak begitu terdorong untuk mengislamkan pemuda Skotlandia untuk menajdi saudara muslim. Dia kadang-kadang membantu di restoran keluarga, tetapi tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memastikan lima anak-anaknya tumbuh sebagai Muslim yag baik.

Putri tertuanya, Safia, hampir 14 tahun, juga mengikuti jejak ibunya mendakwahkan Islam. menolak untuk tempat merekrut dirinya. Suatu hari Safia bertemu dengan seorang wanita di jalan dan membantu membawa belanjaannya, wanita itu kemudian menghadiri kelas Aisyah dan sekarang menjadi seorang Muslim.

"Saya bisa jujur mengatakan saya tidak pernah menyesal", Aisha mengatakan masuk Islamnya dirinya. "Setiap pernikahan memiliki pasang surut dan kadang-kadang Anda perlu sesuatu untuk menarik Anda keluar dari kesulitan apapun. Tapi Nabi Muhammad berkata: "Setiap kesulitan ada kemudahan." Jadi, ketika Anda akan melalui tahapan yang sulit, Anda bekerja untuk itu kemudahan akan datang. "

Muhammad suaminya lebih romantis: "Saya merasa kami sudah saling kenal selama berabad-abad dan seakan-akan tak pernah menjadi bagian dari yang lain. Menurut Islam, Anda tidak hanya mitra seumur hidup, Anda bisa menjadi mitra di surga juga, selama-lamanya. Ini sesuatu hal yang indah, anda tahu tu."